Pusat Download Gratis |
| Bumi tidak menuntut Alasan kenapa Kita Tinggal disana Kenapa Kita Butuh Alasan Untuk Menjaganya Posted: 15 Feb 2012 07:01 AM PST Kekayaan alam Indonesia sangatlah melimpah, Keindahannya merupakan surga bagi para pelancong, tapi apakah hal itu sekarang masih ada atau hal itu masih ada tetapi sebentar lagi akan hilang, kenapa seperti itu? Dimanakah negeri yang indah itu? Memang tidak bisa dipungkiri kondisi Indonesia sekarang ini sangatlah mengkhawatirkan, hutan-hutan yang dulu hijau kini telah hampir habis terbakar, Laut yang biru sudah berubah warna menjadi hitam pekat karena limbah-limbah, dan udara yang dulunya sejuk telah menjadi panas dan membuat sesak nafas ini, akankah Indonesiaku kembali indah lagi?jawabannya bukan dalam buku, bukan pula di otak seorang professor, atau pemikirannya seorang guru besar. Tapi jawabanya ada di setiap diri ini, setiap orang yang merasa peduli akan masa depan negeri ini, hanya kitalah sebagai warga Indonesia yang bisa menjaga keutuhan dan keindahan negeri ini, apakah Dia(bumi Indonesia) pernah menuntut alasan kepada kita, kenapa kita harus tinggal disana? Apakah dia pernah marah, pernah mengeluh kepada kita, padahal kita sering menyakitinya?Tidak..Dia tidak pernah menuntut kenapa kita harus tinggal disana, dia tidak pernah menuntut kenapa kita selalu menyakitnya, jadi kenapa… kenapa kita butuh alasan untuk menjaganya? Hari ini begitu cerah, cahaya-cahaya centil masuk melalui lobang kamarku, mereka menusuk-nusuk mataku, mata ini terasa perih dibuatnya, akupun segera bangkit dari tidurku, karena aku tahu mereka(cahaya-cahaya centil) sengaja masuk ke kamarku hanya untuk memberitahuku supaya aku tidak terhanyut dalam nikmatnya tidur, tidur di pagi hari hanya akan memberiku kenikmatan sesaat, padahal akan banyak aku temukan kenikmatan yang sangat berlimpah di luar sana, aku tidak mau usaha yang di lakukan oleh cahaya-cahaya centil itu menjadi sia-sia, segera ku ambil handuk di atas pintu kamarku, setengah berlari aku pergi ke kamar mandi, Biyuuuur…air pun mengguyur seluruh tubuhku, tubuhku menggigil merasakan dinginnya air pagi itu, kenapa air itu begitu jahat padaku, air itu sepertinya tidak memberikan kesempatan kepadaku untuk menghindar, basah sudah sekujur tubuhku, kuambil handuk..lalu kuusap seluruh sisa-sisa air yang ada di tubuhku, setelah selesai rasa dingin itu berubah, tubuhku yang semula menggigil menjadi terasa sangat segar aku merasakan sesuatu yang lain di pagi itu, ternyata air itu telah membuat diriku seolah-olah mempunyai tubuh yang baru, air telah mongobati pegal-pegal di tubuhku, air telah mengembalikan semangatku, meskipun caranya salah dan menyiksa, tapi itulah kenikmatan yang luar biasa yang bisa diberikannya(air)… Aku segera menyiapkan sepatu favoritku, sepatu yang sudah lusuh tetapi selalu menemaniku setiap hari, sepatu yang akan menjadi saksi langkahku, akupun berjalan menyusuri setiap sudut Kota Bandung, setelah begitu lama aku berjalan tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.30 akupun kelelahan, aku butuh istirahat aku rebahkan tubuhku di bawah pohon besar, di bawah pohon beringin yang entah berapa ratus tahun usianya, setelah beberapa saat aku duduk, tubuh ku pun kembali segar karena terpaan angin yang sangat sejuk terus2an menerpa tubuhku, dan udara di bawah pohon itupun sangat segar!itulah nikmat yang selalu aku lupakan setiap hari, mereka itulah yang selalu memberiku semangat, memberikanku kesegaran, selalu menemaniku setiap hari mereka itu adalah cahaya, air, udara, dan angin!! Tapi yang terjadi sekarang tidaklah sama dengan yang aku rasakan waktu itu, cahaya yang centil itu sudah berubah menjadi monster yang mengerikan, cahaya itu terlihat sangat mengerikan, warnanya merah menyala, cahaya itu tidak lagi peduli dengan tubuhku, cahaya itu selalu membakar tubuhku setiap hari, begitupun dengan air, air yang selalu menyegarkan kini berubah menjadi air yang kotor, air yang penuh racun, bukannya menyegarkan tetapi malah membuat tubuhku kering, udara dan anginpun demikian mereka juga sudah tidak peduli lagi dengan tubuhku, apa yang salah dengan ini semua, apa yang harus aku lakukan untuk mengembalikan kejadian indah waktu itu? Tidak banyak yang harus kita lakukan, kita hanya harus merubah paradigma berfikir kita,sekarang kita selalu berfikir kalau kelestarian alam Indonesia ini merupakan tugas dari pemerintah, tanpa ikut campur tangan kita pun alam ini akan selalu terjaga kelestariannya, ternyata itu semua salah! Pemerintah selalu kewalahan untuk menjaganya sendirian, jadi ini saatnya kita ikut berperan untuk menjaganya, jadi pertanyaannya apakah kita mau untuk ikut menjaganya? Banyak sekali hal-hal kecil yang bisa kita lakukan, mulai detik ini tekadkan dalam diri kita masing-masing untuk selalu membuang sampah pada tempatnya, tidak memakai kantong plastik jika kita hanya berbelanja sedikit, itu hanya beberapa contoh kecil karena banyak sekali hal kecil yang bisa kita lakukan,yang terpenting yang harus kita yakini yaitu Sebuah perubahan besar (hampir) selalu diawali oleh satu langkah kecil. Salaam |
| Posted: 15 Feb 2012 06:41 AM PST Semua orangpun tahu kalau warna darah itu merah, merah adalah simbol keberanian, sehingga dengan alasan keberanian pula banyak korban berjatuhan, karena suatu ego manusia yang sangat serakah, yang gila kekuasaan, gila harta, manusia tidak pernah memperdulikan siapa saja yang menjadi korbannya, banyak manusia yang menjadikan nafsu dan amarah sebagai Tuhannya. Bahkan bumi yang satu-satunya tempat berpijaknya manusia, satu-satunya tempat untuk kelangsungan hidup manusia mereka hancurkan perlahan-lahan, contoh kerusakan alam yang di akibatkan keserakahan manusia, pertama peperangan, manusia menjadikan ajang ini sebagai ajang adu kekuatan, keberanian, tapi akibat yang ditimbulkan bukan hanya hilangnya jutaan nyawa, tapi juga kerusakan alam, dan yang kedua adalah Sains, Dari sainslah lahir sistim ekonomi global dan memicu pemanasan global yang membahayakan umat manusia dan kehidupannya. Manusia membuat barang-barang yang sangat canggih tapi tidak menghiraukan kaidah lingkungan yang baik. Salah satu ilmuwan abad ini Fritjop Capra dalam penelitiannya bahwa ilmu pengetahuan telah terjebak dalam jalur yang salah dengan menempatkan ilmu fisika sebagai panutan. Menurutnya, dunia sains sudah waktunya mengganti kiblat dari ilmu fisika-ilmu benda-benda mati-menuju ilmu biologi-ilmu tentang benda-benda hidup. Karena secara hirarkis mahluk hidup memiliki kompleksitas lebih tinggi ketimbang benda-benda mati. Dan masih banyak lagi kelakuan manusia yang sangat merugikan kelestarian alam ini, alam ini menangis setiap hari karena merasakan sakit yang luar biasa, tapi masih sedikit orang yang memperdulikannya. Mungkin manusia akan sadar akan pentingnya kelestarian alam ini jika alam ini telah benar-benar hancur. Kalau kita melihat alam ini dari jarak ketinggian tertentu, akan terlihat sekali alam ini berwarna hijau, hijau adalah simbol keceriaan dan kegembiraan, yang identik dengan alam pula. Jika darah yang berwarna merah ini berubah menjadi hijau apakah manusia akan tetap menjadikan alasan keberanian sebagai alasan untuk saling menghancurkan, kalau memang manusia menjadikan simbol-simbol sebagai suatu keyakinan. Suatu ketika ada pemandangan yang sangat memilukan yang aku lihat di televisi, betapa tidak nenek-nenek yang entah dari kapan beliau memulai pekerjaannya ini, tapi beliau sangat menikmati pekerjaannya ini, beliau tidak pernah terlihat berkeluh kesah dengan pekerjaannya, setiap hari dari pagi sampai beliau lelah, beliau selalu memunguti sampah yang terbawa arus sungai di Cikapundung, saat beliau ditanya berapakah yang beliau dapat dari pekerjaannya itu? Beliau menjawab" 35 rebu cep", sungguh tragis nasibnya, padahal dengan pekerjaannya itu berapa juta orang yang terselamatkan dari banjir. Beliaulah sang pahlawanku, nenek yang pantang menyerah melawan kerasnya hidup, tapi tetap memberikan yang terbaik untuk orang lain. Ayolah kawan, engkaulah pahlawan lingkunganku!!Bumi ini membutuhkan orang-orang yang menyayanginya, jangan biarkan bumi ini hancur karena ulah kita sendiri, jadilah pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan yang tidak butuh penghargaan tapi pahlawan yang penuh pengabdian! |
| You are subscribed to email updates from Berbagi Dengan Hati To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar